Flu dan FLu Babi: 2 Daerah KLB Dalam Minggu Ini

Posted on Aug 7, 2009 by qimindra No Comments

Flu Babi, flu, atau flu apalagi yang bisa membuat kondisi KLB (Kejadian Luar Biasa)  di Indonesia ? Ya,. dalam minggu ini tercatat 2 daerah menyatakan kondisi KLB flu dan flu babi. Daerah tersebut  Malang dan Bandung. kita berharap keadaan ini tidak bergerak terus yang menyebabkan kepanikan warga dan berdampak luas terhadap kegiatan yang lain. semoga kita semua terhindar dari penyakit flu, flu burung, dan flu babi.

Berikut cuplikan beritanya:

Malang – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk wilayahnya setelah 144 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, positif flu babi atau A-H1N1.

“Kami telah minta bupati untuk menetapkan KLB flu babi di wilayah Kabupaten Malang. Menyusul adanya temuan ratusan santri Ponpes Babussalam positif terinfeksi flu babi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr Agus Wahyu Arifin melalui telpon gengamnya, Rabu (5/8/2009).

Dengan penetapan KLB, pihak dinkes menyiagakan penuh puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Malang dan rumah sakit. Agar nantinya dapat memberikan penanganan cepat warga yang teridikasi terinveksi virus flu babi.

Selain itu, dinkes juga memberikan tambahan stok tamiflu ke puskesmas-puskesmas. “Kami sudah sebarkan 5 ribu tamiflu, nanti menyusul 5 ribu tamiflu. Dari penyediaan tamiflu terbaru sebanyak 10 ribu tablet,” ungkap Agus.

Agus mengimbau kepada warga Malang untuk waspada terhadap penularan virus A-H1N1 yang mudah terjadi jika berada di kerumunan orang. Dan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

“Kami juga mengimbau juga para santri tidak keluar, bila belum dinyatakan sehat benar,” imbuhnya.

Sebelumnya, hasil uji Laboratorium oleh Balai Besar Kesehatan Propinsi Jatim bahwa tujuh sampel darah tujuh santri Ponpes Babussalam Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, positif flu babi, Rabu (5/8/2009).

“Kita mengacu pada tempat terjadinya wabah ini. Dengan jumlah populasi yang banyak. Maka ke semua santri yang mengalami gejala flu babi beberapa waktu lalu, juga positif,” ungkap Agus. (detikcom)

sedangkan pernyataan KLB untuk flu di bandung beritanya sebagai berikut:

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk semua jenis flu (influenza) setelah flu massal menyerang ratusan siswa SMPN 52 Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Gunadi Sukma Bhinekas, di Bandung, Kamis, mengungkapkan, status KLB tersebut diberlakukan menyusul kejadian 143 siswa terserang flu dalam waktu bersamaan.

“Karena waktunya bersamaan dan menyerang banyak orang, jadi ini bisa disebut luar biasa,” ujar Gunadi saat ditemui wartawan di sela peringatan hari keluarga nasional (Harganas) di Balai Kota Bandung.

Ia menjelaskan, walaupun kejadian yang menyerang para siswa itu dikategorikan influence murni, tetapi tetap harus diwaspadai. Terlebih, sudah ada surat imbauan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mengenai hal ini. “Kita masih melakukan penelitian tentang flu massal yang menyerang para siswa tersebut, tapi yang saya tahu, itu hanya influenza murni, bukan flu babi seperti yang dikuatirkan,” ungkapnya.

Dinkes mengimbau agar masyarakat Kota Bandung menjaga kesehatan dengan pola makan seimbang dan asupan gizi yang memadai, serta olah raga yang cukup, sebab, yang dapat mencegahnya hanya kekuatan tubuh yang baik.

Gunadi mengaku, Pemkot Bandung tidak dapat berbuat banyak menanggapi kejadian ini. Pasalnya, pihaknya terkendala kemampuan keuangan pemerintah daerah. Sehingga, pihaknya tidak mampu memberikan vaksin secara gratis bagi masyarakat Kota Bandung. “Biayanya cukup besar, dan kami kesulitan jika harus merealisasikan itu. Termasuk untuk penyediaan masker untuk pencegahan penyebaran virus,” katanya.

Wali Kota Bandung Dada Rosada yang mengaku tidak dapat berbuat banyak menanggapi makin maraknya penyebaran virus influenza. Dada juga menyangsikan kemampuan anggaran daerah untuk memberikan vaksin bagi masyarakat. “Vaksin itu harganya Rp150 ribu per orang, dan ini sangat mahal. Namun kita sedang usahakan anggaran yang ada dari program kesehatan. Selain itu `buffer stock` juga bisa digunakan,” katanya.

Dana `buffer stock` yang dialokasikan di APBD 2009, juga dapat dipergunakan bagi pasien yang menderita influenza, baik terhadap `suspect` H1N1 (flu babi) maupun H5N1 (flu burung).

“`Buffer stock` itu digunakan untuk pengobatan pasien yang tidak masuk dalam kategori pasien jamkesmas. Untuk besaran anggarannya, saya lupa persisnya berapa,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kejadian yang menimpa siswa SMPN 52, Dada hanya dapat menganjurkan agar perhatian terhadap kesehatan lingkungan sekitar menjadi prioritas. “Wabah bisa datang dari mana saja. Intinya semua dimulai dari lingkungan yang bersih. Namun pengobatan tetap dilakukan di rumah sakit,” katanya. (Ant)

Posting dari lokasi Tambang  Samarinda , tetap ikuti KONSULTASI KESEHATAN ya walau jauh di lokasi..

Berlangganan Artikel Gratis

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, silahkan isi alamat email Anda untuk berlangganan GRATIS artikel konsultasi Kesehatan melalui email. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:

Study free about article spinning :- no risk trial