Waspadai Pembesaran Kelenjar Prostat

Jika Pembaca baru berkunjung, mungkin anda ingin berlangganan GRATIS RSS feed atau dengan Email untuk mendapatkan artikel kesehatan terbaru. Thanks for visiting!

dr.Fajar Rudy Qimindra
Kaltim post,Sabtu, 8 Maret 2008

PERNAH menemukan suami yang sering terganggu tidurnya akibat masalah Buang Air Kecil (BAK) yang tidak lancar alias tersendat-sendat? Padahal sejatinya, BAK merupakan salah satu cara tubuh mengatur agar jumlah cairan di dalam tubuh tidak berlebih. Juga, membuang bahan yang tak lagi bermanfaat dan harus dikeluarkan lewat kencing. Kalau pernah, waspadalah! Bisa jadi suami Anda menderita pembesaran kelenjar prostat.

Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra, kelejar prostat adalah salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir (uretra pars prostatika). Bila mengalami pembesaran, jelas Qimi sapaan akrabnya, organ ini akan membuntu saluran tersebut tersebut dan menyebabkan terhambatnya aliran urine yang keluar dari kandung kemih.

“Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting bagi seorang pria yang berperan dalam produksi senyawaan yang penting pada pembentukan cairan semen,” terangnya.

Dikatakan Qimi, salah satu gangguan prostat yang sering terjadi ialah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. “Berdasarkan penelitian, jika seseorang berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan dia mengalami pembesaran prostat adalah 50%. Dan ketika ia berusia 80-85 tahun, kemungkinan itu meningkat menjadi 90%,” papar Qimi.

Lebih lanjut dikatakan, penyebab membesarnya prostat sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan (aging process).

Dia menjelaskan, adapun yang dimaksud akibat gangguan hormonal yaitu dengan bertambah tuanya seorang pria maka kadar hormon seks pria (androgen) seperti testosteron menjadi berkurang, sedangkan hormon seks wanita berupa estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit, sedangkan pada pria menjadi meningkat.

Gejala BPH ini sendiri, ungkap Qimi, dapat digolongkan menjadi dua yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) dan gejala iritatif (iritasi). Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing/tetesan urine pada akhir berkemih (terminal dribbling).

“Yang termasuk gejala iritatif adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah),” sebutnya.

Pada umumnya, tambah Qimi, penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi, walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol.

Menurut Qimi, tidak semua pasien BPH perlu menjalani tindakan medis. Kadang-kadang mereka yang mengeluh ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apapun. Tetapi di antara mereka ada juga yang membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan medis lainnya karena keluhannya makin parah.

Berikut beberapa pilihan terapi pada pasien BPH yang disarankan dr Qimi:

1. Observasi: Bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan

2. Obat-obatan: Ada obat yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih, ada obat yang berfungsi mengurangi volume prostat yang obat tersebut bekerja secara hormonal. Selain kedua jenis obat tersebut, ada juga terapi dengan fitotherapy/ jamu-jamuan yang mekanismenya belum jelas.

3. Operasi: Ini ditujukan bagi penderita BPH yang sudah menimbulkan penyulit tertentu seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan

4. Operasi invasif minimal: Tindakan operasi yang minimal yang ditujukan bagi pasien yang mempunyai risiko tinggi pembedahan.(*/dha)

Related posts:

  1. BPH : Penyakit Pembesaran Prostat
  2. Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH)

Silakan Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan saya pada website atau blog Anda tanpa dikenakan biaya / GRATIS, selama:
  1. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan.
  2. Anda harus mencantumkan 'tentang penulis' di bagian bawah artikel, dan memuat link aktif menuju http://konsultasikesehatan.net atau http://fajarqimi.com

6 Comments Comments For This Post I'd Love to Hear Yours!

  1. Budi sardono says:

    tanya dok : Kenapa tulang belakang (pinggul) saya sakit sekali kalo untuk berdiri setelah duduk, gejala sakit apakah ini, dan saya harus periksakan ke dokter spsialis apa. untuk tambahan saya dari remaja sering anyang-anyangen, sampai sekarang kalo capai sedikit terus anyang-anyangen. terima kasih banyak atas penjelasannya

    [Reply]

  2. ASEP says:

    Dok saya sdh menikah, sblm nya saya melakukan hubungan badan bersama istri saya, kemudian besok nya istri saya mengalami menstruasi,saking kepengennya saya melkukanhubungan intim malmnya saya minta kpd istri saya untuk melakukan onani, kami kaget yang keluar cairan sperma bercampur darah gitu dok.
    itu dikarenakan apa?
    cara penanggulangannya gma?
    solusi terbaik sblm k dokter hrs apa?
    berbahaya g penyakit seperti itu?
    trims.

    [Reply]

  3. christine june m says:

    tanya dok. kenapa saya setiap lagi
    menstruasi, buang air kecil selalu sedikit dan tersendat sendat , setiap bak pembalut saya ganti, kebersihan selalu saya utamakan. apakah karena prodak pembalut yang saya gunakan? atau kenapa dok.Terima kasih banyak atas penjelasannya

    [Reply]

  4. rafi says:

    salam hangat dok,assalamu alaikum
    dok,saya berumur 28 tahun,saya sering mengeluh, perut terasa ada yang mengganjal seperti menahan sesuatu, dan sering sekali pengen kencing, padahal baru beberapa menit minum air, langsung pengen kencing lagi, kadang juga apabila saya penis saya ereksi karena menghayalkan sesuatu kadang muncul lendir berwarna bening dan juga kepala bagian belakang kadang terasa sakit tapi muncul tiba-tiba, dan urat leher bagian belakang pun terasa tegang, ingatan juga sangat berkurang, kadang muncul juga gejala seperti demam, saya pernah baca artikel dikoran bahwa gejala diatas adalah gejala dari peradangan prostat, yang saya pengen tanyakan nih.seperti penjelasan diatas mengenai prostat, nah apakah gejala yang saya alami termasuk gejala pembesaran prostat,atau peradangan prostat,atau kanker prostat?saya jadi takut dok, mohon penjelasannya tentang gejala diatas serta solusi terbaik bagaimana?terima kasih wassalam.

    [Reply]

  5. adi purnama says:

    selamat pagi dokter!

    Keluhan saya:
    1. Pada testis (buah pelir/zakar) saya terasa ngilu dan sakit yang sudah 3 minggu berlalu
    2. Tiga (3) hari terakhir gelisah, cemas dan sulit tidur. Bisa tidur sekitar 2 jam itupun tidak nyenyak. Juga badan saya pegal-pegal terutama pinggang.
    3. Mr. P (penis) saya kok sulit ereksi kalau saya rangsang untuk ereksi kok malah lemes dan malah menambah sakit.

    Kondisi saya sebelumnya:
    1. Saya memang sering melakukan onani dan sering menahan-nahan sperma keluar dan akhirnya sperma saya keluarkan juga. (saya belum pernah berhubungan intim)
    2. Saya rajin olah raga sepak bola 2-3 kali dalam seminggu
    3. Terus 5 minggu sebelumnya jari jempol kaki kanan saya tertimpa besi dan sekarang kukunya menghitam dibagian pangkal dan ujungnya tidak.
    4. Terus jari telunjuk kaki kanan saya kukunya copot akibat main sepak bola.
    5. Tiga (3) minggu yang lalu pada bagian kepala Mr. P (penis) saya digigit kutu (tengu putih kecil sekali) dan rasanya sakit sekali (bukan gatal) sampai luka lecet dan berair, tetapi sekarang sudah sembuh dengan sendirinya.

    Tindakan yang sudah saya lakukan:
    Sehari kemarin (08/02/2010) saya periksa di RSUD Kepanjen-malang. Setelah diperiksa dokter (hanya dilihat saja), kata dokter terkena infeksi ringan. Dan diberi obat:
    - CEFILA – 100 sebanyak 4 kapsul dan langsung di minum sekaligus.
    - DOXYCYCLINE 100 mg sebanyak 10 kapsul diminum pagi 1 kapsul sore 1 kapsul.
    Saya belum bisa mengomentari hasilnya karena sekarang masih dalam proses, tetapi saya sekarang sudah bisa tidur walaupun sakit masih terasa tapi sudah berkurang.

    Pertanyaan:
    1. Apakah keluhan saya ada hubungannya dengan kebiasaan saya?
    2. Penyakit apa yang saya derita? Apakah terkena prostat, lemah syahwat atau enjakulasi dini?
    3. Apa perlu melakukan tes USG untuk megetahui keadaan prostat dan kesuburan?
    4. Apakah saya terlambat berobat ke dokter?
    5. Dimana saya bisa berobat? Kalau ada yang biayanya murah
    Terus terang saja saya pengangguran

    Demikian dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    [Reply]

    qimindra Reply:

    1. memang ada hubungan dengan kebiasaan menahan kencing atau sperma.
    2. bisa mengarah ke infeksi untuk prostat atau ED tentu harus diperiksakan dulu.
    3.Untuk melihat kesuburan bukan dengan USG tapi denga tes analisa sperma.
    4.Tidak ada kata terlambat yg penting Mas rajin kontrol.
    5.Bisa ke Sp.Urologi atau andrologi,…
    trims..semoga lekas sembuh

    [Reply]

6 Comments Trackbacks For This Post

  1. Gangguan Kencing akibat Penyakit Saluran Prostat ( BPH) | Konsultasi Kesehatan
  2. Infertilitas/ Kemandulan Pada PASUTRI, Tanggung Jawab Siapa?? | Konsultasi Kesehatan
  3. kesehatanwanita.info » Infertilitas/ Kemandulan Pada PASUTRI, Tanggung Jawab Siapa??

Leave a Comment Here's Your Chance to Be Heard!