Kisah Nyata : Terjebak Dalam Lift Rumah Sakit Selama 1,5 Jam, Bagaimana Rasanya??

Posted on Nov 17, 2008 by qimindra 1 Comment

Pernah merasakan terjebak dalam ruangan tertutup, semisal lift atau elevator? Bagaimana rasanya ya? Bahaya apa yang terjadi apabila dalam sekian waktu terperangkap dalamnya ? Saya pernah merasakan terjebak dalam lift sekita 20 menit. Rasanya bercampur aduk, tetapi bahaya yag paling ditakutkan adalah tubuh akan kekurangan oksigen tubuh. Dalam sebuah ruangan tertutup tidak ada sirkulasi udara, maka dalam sekian waktu oksigen akan habis diganti oleh kankondioksida dan zat buang lainnya. Akibat yang paling fatal adalah berujung pada kematian. Sebuah pengalaman yang bisa saja menimpa kita semua.

Bagaimana kalau terjebak dalam lift selama 1, 5 jam?? 1,5 jam sebuah waktu yang lama dan bisa berujung pada hal yang fatal bagi tubuh. Berikut berita lengkapnya:

Pembesuk Terkurung 1,5 Jam di Lift RS Banjarmasin

Sebanyak 13 keluarga pasien yang hendak membesuk keluarganya pingsan terkurung di salah satu lift Rumah Sakit Umum Daerah Ulin,  Banjarmasin, Minggu (16/11) sekitar pukul 15.30 Wita.

Akibat insiden tersebut seluruh pembesuk yang terkurung terpaksa harus dilarikan ke IGD untuk mendapatkan perawatan medis karena diduga kekurangan oksigen.

Tiga belas orang itu berada di dalam lift satu. Mereka terdiri atas 10 orang dewasa, satu remaja serta dua orang anak-anak. Mereka terkurung kurang lebih 1 jam 30 menit sebelum akhirnya tim teknisi RSUD Ulin berhasil membuka pintu lift dengan terlebih dahulu menarik lift secara manual, melalui ruang mesin lift yang posisinya berada di atas gedung RSUD Ulin.

Dua diantara 13 pembesuk yang berada di dalam lift yakni Sugianti (40) warga Jalan A Yani Km 5,7 Gang TVRI Banjarmasin serta Hamdanah (40) warga Jalan Cendana belakang Gedung Sultan Suriansyah merupakan dua korban yang kondisinya paling kritis.

Menurut H Lutfi, keluarga dari Sugianti, peristiwa macetnya lift tersebut terjadi saat mereka hendak membesuk keluarga yang dirawat di lantai 3 ruang Aster.

Saat itu mereka naik di lift dua yang berada di sebelah kiri. Sementara keluarganya ada enam orang, termasuk Sugianti dan Hamdanah berada di lift dua yang berposisi di sebelah kanan.

Dikatakannya, saat itu enam kerabatnya berada di ruang lift yang mengalami
insiden, sementara itu dirinya berada di lift sebelahnya. Lift yang dinaikinya bisa sampai ke atas. Namun lift disebelahnya macet. Saat itu posisi lift yang hendak naik mengalami kemacetan saat berada antara lantai satu dengan lantai dua ruang RSUD Ulin Banjarmasin.

“Saat itu saya beserta pengunjung yang lainnya sempat berusaha membuka paksa ruang lift tersebut namun sia-sia, untungnya petugas teknis akhirnya bisa membukanya,” ujarnya.

Kepala Bidang Penunjang Medis RSUD Ulin Lutfi Mahatma mengatakan, kejadian ini sebenarnya tidak perlu terjadi, mungkin hal ini terjadi di luar kontrol. “Karena hari ini hari libur sehingga jumlah pengunjung sangat banyak dan terjadi overweight pada lift sehingga menyebabkan peristiwa tersebut terjadi,” ujarnya

Dikatakannya, atas kejadian ini untuk sementara pihaknya akan menghentikan
operasional lift dan akan melakukan peninjauan ulang.

Sementara itu Humas RSUD Ulin Dr M Isa mengatakan, saat ini kondisi para korban yang terkurung dalam lift sudah kembali membaik dan saat ini tinggal menjalani observasi. “Kita sempat menyalurkan selang oksigen ke dalam lift sehingga semua pengunjunga yang saat itu terkurung dalam lift bisa selamat,” ujarnya. (bb/ee) tribun kaltim

Bagaimana komentar Anda terhadap ‘jebakan’ linf atau elevator??

Since trying a membership wordpress plugin my traffic has massively increased.