KALTIMPOST,Senin, 24 Maret 2008
Lupus, Si Penyakit Seribu Wajah
dr Qimi: Gejala Awalnya mirip Penyakit Biasa Lainnya
PERNAH mendengar nama penyakit Lupus? Penyakit ini memang kalah pamornya dibanding HIV/AIDS, DBD, kanker, atau yang lainnya. Walau begitu, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Karena jumlah penderitanya makin meningkat, dan memengaruhi kualitas hidup seorang penderita odapus (Orang dengan Lupus)
Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dr Fajar Rudy Qimindra, Lupus atau yang dalam dunia kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) berasal dari bahasa latin yang berarti anjing hutan. Istilah ini mulai dikenal sejak abad ke-10. Sedang eritematosus berarti merah. Ini untuk menggambarkan ruam merah pada kulit yang menyerupai gigitan anjing hutan di sekitar hidung dan pipi. Sehingga dari sinilah istilah lupus tetap digunakan untuk penyakit Systemic Lupus Erythematosus.
Gejala awalnya sering memberikan keluhan rasa nyeri di persendian. Tak hanya itu, seluruh organ pun tubuh terasa sakit bahkan terjadi kelainan pada kulit, serta tak jarang tubuh menjadi lelah berkepanjangan dan sensitif terhadap sinar matahari.
Dikatakan Qimindra, batasan penyakit ini adalah penyakit autoimun, sistemik, kronik, yang ditandai dengan berbagai macam antibodi tubuh yang membentuk komplek imun, sehingga menimbulkan reaksi peradangan di seluruh tubuh.
“Autoimun maksudnya, tubuh penderita lupus membentuk daya tahan tubuh (antibodi) tetapi salah arah, dengan merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah dan lain-lain. Padahal antibodi seharusnya ditujukan untuk melawan bakteri/virus yang masuk tubuh,” terang pria yang akrab disapa dr Qimi ini.
Sedangkan sistemik, terangnya, memiliki arti bahwa penyakit ini menyerang hampir seluruh organ tubuh. Sementara kronis, maksudnya adalah sakit lupus ini bisa berkepanjangan, kadang ada periode tenang lalu tiba-tiba kambuh lagi.
Dikatakan Qimi, penyakit lupus lebih banyak menyerang wanita usia 15 – 45 tahun dengan perbandingan mengenai perempuan antara 10 – 15 kali lebih sering dari pria.
“Artinya, penyakit ini sering mengenai wanita usia produktif tetapi jarang menyerang laki-laki dan usia lanjut,” tuturnya
Adapun penyebabnya, sampai sekarang belum diketahui dengan jelas. Tapi diduga adanya faktor pencetus pada lingkungan antara lain, seperti infeksi, sinar ultraviolet, pemakaian obat-obatan tertentu, alergi, stres mental dan fisik.
Jadi diperkirakan penyakit lupus timbul dari interaksi berbagai macam paparan yang terdapat di lingkungan dengan individu yang secara genetik rentan terhadap paparan tersebut.
Gejala klinis penyakit lupus ini, menurut Qimi, sangat luas dan tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Mulai dari yang ringan berupa bintik-bintik merah di kulit dan nyeri sendi sampai yang berat karena menyerang organ tubuh yang vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal.
Pada awal perjalanannya, ungkap Qimi, penyakit ini ditandai dengan gejala klinis yang tak spesifik, antara lain lemah, lesu, panas, mual, nafsu makan menurun, dan berat badan turun. Gejala awal yang tidak khas ini mirip dengan beberapa penyakit yang lain.
Oleh karena gejala penyakit ini sangat luas dan tidak khas pada awalnya, maka tidak sembarangan untuk mengatakan seseorang terkena penyakit lupus.
“Akibat gejalanya mirip dengan gejala penyakit lainnya, maka lupus dijuluki sebagai penyakit peniru. Julukan lainnya adalah si penyakit seribu wajah,” sebutnya.
”Karena itulah, biasanya pasien melakukan shopping doctor (berpindah-pindah dokter) sebelum diagnosis penyakitnya dapat ditegakkan,” tambah Qimi.
Menurut American College Of Rheumatology 1997, kutip Qimi, diagnosis SLE harus memenuhi 4 dari 11 kriteria yang ditetapkan. Adapun penjelasan singkat dari 11 gejala tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Ruam kemerahan pada kedua pipi melalui hidung sehingga seperti ada bentukan kupu-kupu, istilah kedokterannya Malar Rash/Butterfly Rash.
2. Bercak kemerahan berbentuk bulat pada bagian kulit yang ditandai adanya jaringan parut yang lebih tinggi dari permukaan kulit sekitarnya.
3. Fotosensitive, yaitu timbulnya ruam pada kulit oleh karena sengatan sinar matahari
4. Luka di mulut dan lidah seperti sariawan (oral ulcers).
5. Nyeri pada sendi-sendi. Sendi berwarna kemerahan dan bengkak. Gejala ini dijumpai pada 90 % odapus.
6. Gejala pada paru-paru dan jantung berupa selaput pembungkusnya terisi cairan.
7. Gangguan pada ginjal yaitu terdapatnya protein di dalam urine.
8. Gangguan pada otak/sistem saraf mulai dari depresi, kejang, stroke, dan lain-lain.
9. Kelainan pada sistem darah di mana jumlah sel darah putih dan trombosit berkurang. Dan biasanya terjadi juga anemia
10. Tes ANA (antinuclear Antibody) positif
11. Gangguan sistem kekebalan tubuh.
Ia menjelaskan, untuk pengobatan lupus, perkembangan obat-obatannya jauh lebih baik dibandingkan 2-3 dekade yang lalu. Selain obat-obatan, terapi non-obat yang dianjurkan untuk odapus adalah dengan menghindari faktor pencetus seperti paparan sinar matahari yang terlalu banyak, hindari stres mental dan fisik yang berlebihan.
“Membangun sikap mental yang positif, berolahraga, mengonsumsi nutrisi yang cukup, dan kontrol ke dokter secara reguler adalah langkah–langkah yang baik untuk tetap sehat walau lupus bersemayam dalam tubuh,” terangnya.
Anda Terdiagnosis Penyakit Lupus ?
Harus dipastikan dulu oleh dokter ahli bahwa itu memang benar Lupus. Jadi tidak sembarangan memvonisnya. Tetapi apabila memang sudah tegak diagnosisnya, jangan bingung dan cemas. Banyak pihak yang akan membantu edukasi dan dukungan seperti dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), dari dokter pemerhati lupus dan tentunya dari pemerintah.
“Informasi pendidikan yang benar seperti lupus bukan penyakit yang menular dan dukungan dari masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk orang dengan lupus ini,” tegasnya.(*/dha)
a Free equivalent to SEOPressor delivers automatic one way backlinks.








wah ngeri juga tuuuh takut aku kirain seribu wajag yang bisa jadi cakep
he2x….lelaki jangan terlalu takut, karena 95% lupus menyerang kaum hawa.
seribu wajah diganti 1 wajan, mau?
dok saya mau tanya, kalau kencing sakit & setiap saat ngeluarin mani itu sakit apa dok
dokter, orng kaltim yah? Dari kota mana dok? jangan2 yang ngisi kolom ksehatan yah?
Wah tulisan ini mengingatkan saya akan ponakan saya di Samarinda pak Dokter.
Sudah hampir 6 bulan dia menjalani pengobatan rutin dari kalimantan ke Surabaya,
dia sekarang tidak sekolah karena penyakit ini,
Apa yang bapak uraikan persis dengan apa yang dia derita,
semoga bisa sembuh pak dokter terima kasih infornya
sumintar.com
serem juga kalo denger penyakitnya, tidak sekeren namanya
serem yah… kirain bukan penyakit mematikan…
sebelum baca postingan ini, saya tiba2 jadi inget tokoh remaja yang diciptakan hilman hariwijaya dalam novelnya yang terkenal itu hingga akhirnya difilmkan dan disinetronkan, hehehe … wew …. ternyata nama jenis penyakit wajah, ya, pak dokter. istilah lainnya adalah penyakit seribu wajah. apa kira2 wajah penderita bisa berubah-ubah, pak dokter?
wah makasih nih informasinya….
soalnya temenku ada loh yg divonis lupus,tapi… ko dia transfusi darah setiap bulan ya?
emang dia kurang darah atau gimana ya…?
maksih ya… infonya penting bgt nih…
saya mo tnya donk dok tentang penyakit tiroid dan kista?
malam dok… saya di didiaknosa menderita gejala lupus,sendi2 selalu terasa nyeri,dan saya dianjurkan oleh dokter untuk meminum obat prednison.mmg setelah meminumnya rasa nyeri itu hilang.saya sudah mengkonsumsi selama 2thn dan bdn sy menjadi gemuk.yg ingin sy tnykan:kpn sy bs berhenti minum obat tersebut?bantu sy dok untuk menyelesaikan masalah ini,tq