Manusia Deadliner. Masih bertahan menunggu deadline datang mendekat? Atau kita terbantu dengan kata deadline? Sejujurnya kita memang suka dengan kata itu. Karena deadline membuat sejumlah pekerjaan kita selesai tepat waktu. Kita bisa mengerahkan segala potensi kita, otak, energi, dan gerak, saat dia mendekat. Pendek kata dengan deadline, kerja kita menjadi terorganisasi dengan baik. Kapan harus slow, kapan harus start, dan kapan harus tancap gas.
Di sisi lain, kita suka mengerjakan tugas mepet dengan deadline tersebut. Padahal ada waktu banyak untuk kerjakan tugas , tetapi suka berleha- leha karena berpatokan pada tenggat waktu yang masih lama. Ah, deadlinenya masih lama, masih ada waktu 1 minngu, dsb. Jadinya kita malah tidak terpacu bekerja saat deadline masih jauh, tetapi malah nunggu tenggat waktu mendekat. Yah,..tiap hari hampir dikejar-kejar deadline tugasLalu Apa sih yang membuat para deadliners bangga dengan kelakuan mereka yang suka ‘mepet-mepet ? Sementara batas waktu di depan mata. Banyak orang mengklaim untuk menjadi kreatif ketika berada di bawah tekanan. Namun, penelitian menunjukkan sebaliknya. Orang-orang untuk menjadi kreatif ketika paling tidak harus berjuang untuk memenuhi tenggat waktu target. Mengapa? Batas waktu tidak menciptakan suasana kondusif untuk kreativitas karena Anda tidak punya waktu untuk memikirikan masalah secara mendalam. Sebagian besar ide-ide hanya muncul setelah Anda diberi cukup waktu untuk membiarkan benih ide kreatis meresap ke dalam pikiran .
Berikut Tips yang berguna untuk memanfaatkan deadline sebagai energi positif untuk hidup lebih baik (sumber dari http://www.iniunik.web.id ) :
- Buat resolusi Anda tidak bisa ditawar-tawar lagi. Lakukan komitmen yang telah Anda janjikan pada diri sendiri, dan buatlah sedemikian rupa agar Anda tak memiliki pilihan lain selain melakukannya.
- Memudahkan Diri Anda untuk Melakukan Tindakan. Apakah tujuan Anda nyata? Kebanyakan orang gagal karena sulit mengubah tujuan menjadi nyata. Untuk berhasil, Anda harus tahu apa tindakan yang akan Anda lakukan. Misalnya, resolusi Anda adalah ingin memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai. Terjemahkan ke dalam aksi yang nyata, seperti Anda akan menyisakan setengah jam sehari untuk berjalan-jalan.
- Hindari Pemakluman. Apa alasan utama Anda saat tidak menepati janji terhadap resolusi Anda? Lupa? Sibuk? Hilang semangat? Atau tak tahu bagaimana memulainya? Buat daftar alasan-alasan yang biasa Anda kemukakan. Buatlah strategi untuk mengatasinya.
- Manfaatkan Deadline Sebagai Pemicu. Sebagian besr dari Anda seringkali terpacu untuk melakukan sesuatu setelah deadline semakin dekat. Buatlah deadline yang membuat Anda bertindak, entah itu wawancara kerja, reuni atau hari pernikahan. Niscaya semangat Anda terpacu untuk sungguh-sungguh melakukan perubahan sebelum hari-H tiba.
- Buat Jadwal. Jadwalkan apa yang ingin Anda lakukan. Tulis dalam agenda Anda, perlakukanlah selayaknya janji yang Anda buat dengan seseorang. Jadwalkanlah dengan spesifik, kapan dan berapa lama Anda akan melakukannya.
- Lakukan Setiap Hari. Semakin Anda menjadikan janji Anda sebagai bagian dari keseharian, Anda akan memperlakukan hal itu sebagai rutinitas, sehingga tanpa terasa Anda melakukannya begitu saja tanpa beban lagi.
- Pantau Perilaku Anda. Penilaian menunjukkna bahwa perilaku yang terekam dalam tulisan akan membantu Anda menjadi lebih baik. Misalnya, dengan menuliskan seberapa sering Anda bersikap khawatir terhadap apa yang Anda hadapi, dan sebagainya.
- Fokuskan Pada Horison. Lihat seberapa jauh Anda telah melangkah, buka seberapa jauh lagi jarak yang harus Anda tempuh. Hal ini akan memberi Anda kekuatan untuk terus melangkah. Luangkan waktu sejejnak untuk merefleksikan apa yang telah berhasil Anda lakukan. Jadikan itu sebagai pemacu untuk tetap melanjutkan ‘perjuangan’ Anda.
- Cari Rolemodel. Bayi belajar dengan meniru, mengapa orang dewasa tidak? Temukanlah seseorang yang dapat menjadi contoh Anda melakukan perubahan. Apa yang ia lakukan dan tidak Anda lakukan? Jangan malu untuk bertanya kunci kesuksesan perubahannya. Sebagian besar orang senang jika dijadikan teladan.
10. Ajari Orang Lain. Jalan terbaik untuk menyatukan diri dengan kebiasaan baru adalah dengan menjadi seorang mentor. Dengan mengajari orang lain, Anda akan terpacu untuk meningkatkan kualitas diri.
11. Perlakukan Diri Secara Wajar. Lakukanlah yang terbaik. Pada saat tertentu Anda akan kehilangan orientasi atau membuat resolusi Anda berantakan. Saat itu terjadi, perlakukan diri Anda dengan wajar. Jangan tenggelam dalam rasa malu atau bersalah. Segeralah bangkit kembali.
Jadi masih bertahan menjadi manusia deadliner? I’m not a deadliner, but i’m facing the deadliners ( sama saja ya…heheheh)
PS : dukung saya di lomba Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia. Caranya Link posting saya diblog rekan-rekan semua.
Online blogs go nicely with a google wordpress plugin.








No Comment